24 December 2009 ~ 458 Comments

PENYAKIT SARAF TEPI & OTOT (by Achdiat Agoes)

Pendahuluan

Penyakit Saraf dan Otot adalah merupakan bagian dari penyakit saraf yang disebabkan terganggunya fungsi saraf tepi atau otot. Untuk memahami penyakit tersebut perlu dikuasai anatomi, fisiologi, biokemistri dan farmakologi sistem saraf baik pusat maupun tepi. Susunan Saraf Pusat terdiri dari Otak dan Medula Spinalis sedangkan Susunan Saraf Tepi terdiri dari sel saraf dan serabut-serabutnya yang dapat berasal dari otak seperti saraf kepala (saraf kranialis) atau medula spinalis seperti radiks dan nervi spinales.

Anatomi

Saraf Tepi yang termasuk saraf kepala meliputi
1. n. olfaktorius
2. n. optikus
3. n. oftalmikus
4. n. trokhlearis
5. n. trigeminus
6. n. abduscens
7. n. fasialis
8. n. vestibulocochlearis
9. n glossofaringeus
10.n. vagus
11.n. accessorius
12. n. hipoglosus

Saraf Tepi yang termasuk saraf spinales kebanyakan bergabung menjadi satu sehingga dikenal sebagai nervi servikales, nervi torakales, nervi lumbales, dan nervi sakrales. Gabungan saraf tepi semacam ini disebut juga pleksus, sehingga dikenal pleksus servikotorakales (gabungan radiks C1-8 dan T1) dan pleksus lumbosakrales (gabungan radiks L1-5 dan S1-5).

Patomekanisme

Gangguan faal pada saraf tepi dapat berasal dari gangguan biokemistri seperti terganggunya keseimbangan air dan elektrolit, inflamasi (radang), proses keganasan, trauma dan lain sebagainya.
Untuk mempercepat hantaran impuls yang berupa muatan listrik dari proksimal ke distal serabut saraf (akson) mempunyai selubung yang disebut mielin. Mielin diproduksi oleh sel Schwann yang membalut akson dan pada titik tertentu mempunyai takik yang disebut nodus Ranvier. Adanya nodus Ranvier memungkinkan hantaran listrik meloncat sehingga lebih cepat sampai ke efektor (serabut saraf eferen), atau sebaliknya dari reseptor lebih cepat sampai ke sentral (serabut saraf aferen). Tidak semua serabut saraf bermielin, ada juga serabut saraf yang kecil dan pendek tidak bermielin dan saling menghubungkan sesama sel saraf di otak. Pada penyakit saraf tepi kerusakan dapat terjadi pada akson, disebut aksonopati, atau pada mielin (mielinolisis) dan kombinasi keduanya dapat saja terjadi. Pada gangguan di akson, proses kesembuhan berlangsung lama, tidak demikian halnya bila pada mielin lebih besar kemungkinan cepat kembali seperti semula.

Penyakit Saraf Tepi

POLIOMIELITIS ANTERIOR AKUTA

Salah satu diantara penyakit saraf tepi yang populer adalah polio yang nama selengkapnya adalah poliomielitis anterior akuta. Sesuai namanya bagian yang terkena sebenarnya adalah mielum bagian anterior yang disebut juga kornu anterior sehingga lesi yang ditimbulkan berupa kelumpuhan tipe perifer karena inti sel saraf di kornu anterior mengalami nekrosis. Akibatnya adalah serabut saraf yang terkena terutama aksonnya tidak berfungsi lagi dan otot yang dipersarafi lama kelamaan (dan proses berlangsung cepat) menjadi atrofi. Otot yang atrofi menjadi kecil dan ekstremitas memerlukan bantuan alat untuk dapat berfungsi kembali.

Tidak ada terapi khusus pada polio sehingga terapi pada penyakit ini lebih bersifat suportif.

Hindari menggunakan terapi suntik pada penderita yang panas saat epidemi polio sedang berjangkit (outbreak) karena akan memicu lebih banyak sel saraf yang mati. Kehati-hatian ini juga menjadi penting karena makin banyaknya kegiatan sueing di tengah masyarakat. Pencegahan penyakit ini adalah dengan melaksanakan vaksinasi polio di masyarakat.

Guillain Barre Syndrome

Nama lain:

1. Acute idiopathic poly (radiculo)neuritis,
2. Acute inflammatory (demyelinating) polyneuropathy,
3. Infectious polyneuritis,
4. Landry-Guillain-Barre syndrome
5. French Polio
6. Landry’s ascending paralysis
7. Landry Guillain Barré syndrome.
Guillain-Barre syndrome (GBS) adalah suatu penyakit otoimun yang bersifat akut. Sebenarnya jarang ditemukan, dimana sel-sel sistim imun menyerang selubung myelin saraf tepi. Saraf tepi menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan bagian tubuh lain. Kerusakan pada saraf tepi akan menimbulkan gangguan hantaran sinyal sebagai akibatnya otot akan berkurang kekuatannya, penyebab sebenarnya penyakit ini belum diketahui tetapi dapat dipicu oleh infeksi, operasi dan vaksinasi.
Gejala pertama biasanya adalah panas atau demam yang dapat tinggi atau sedang dan pada hari ketiga diikuti oleh kelemahan dan kesemutan (gringgingen) di kedua tungkai. Kemudian gejala ini akan memanjat keatas. Pada keadaan yang parah terjadi kelumpuhan total. Penyakit ini mengancam nyawa bila otot pernafasan diserang. Pada keadaan seperti ini diperlukan respirator. Keadaan yang parah akan berlangsung beberapa pekan, kemudian menjadi stabil dan membaik dengan perawatan yang baik pula. Ada pula perbaikan yang memakan waktu sangat lama hingga beberapa tahun. Pengobatan biasanya dilakukan dengan obat-obatan dan penggantian plasma (plasma exchange).
Penyakit ini termasuk kelompok penyakit neuropati perifer. Ada beberapa jenis GBS, tetapi bila tidak diberi keterangan lain maka yang dimaksud adalah GBS dalam bentuk umum.

Epidemiologi

Insidens 1 atau 2 orang per 100,000 penduduk.[6] Seringkali parah dan menunjukkan kelumpuhan memanjat mula-mula kaki dan tungkai kemudian lengan dan tangan juga terkena tidak terkecuali otot pernafasan dan wajah. Karena merupakan lesi saraf tepi makan refleks tendon akan menghilang. Dengan pengobatan yang segera dengan penggantian plasma maka diharapkan kesembuhan segera terjadi. Pemberian imunoglobulin menolong. Dan jangan dilupakan pengobatan penunjang seperti pemberian neurotropik vitamin. Sebagian besar pasen dapat pulih normal kembali. GBS juga menjadi penyebab kelumpuhan yang tidak disebabkan oleh cedera di dunia.

Patomekanisme

Untuk memahami terjadinya GBS dapat diuraikan sebagai berikut:

Serabut saraf terdiri dari lembaran myelin yang membungkus akson. Akson sendiri adalah perpanjangan sel saraf yang menjulur sampai ke bagian tubuh yang akan di persarafi oleh saraf tersebut. Misalnya N. Ischiadicus mempunyai kelompok sel saraf yang terletak di cornu anterior medula spinalis segmen lumbal dan kumpulan aksonnya membentuk saraf N. Ischiadicus yang mempersarafi otot-otot tungkai (AA).

Otak adalah organ manusia yang paling vital sehingga Allah tempatkan di posisi yang sangat mulia di kepala. Terdiri dari kumpulan sel-sel otak (neuron dan glia) yang banyak sekali jumlahnya (>200 milyard sel). Untuk dapat menggerakkan anggota tubuh seperti lengan dan tungkai maka neuron akan menjulurkan bagian yang disebut akson. Akson inilah yang dikenal sebagai nerves atau serabut saraf berjalan sepanjang tubuh dan mencapai organ yang ditujunya (AA).

Otak terdiri dari dua belahan yang disebut hemisfer. Hemisfer serebri sebelah kiri erat tugasnya dengan tugas menghitung dan bicara bahasa sedangkan hemisfer sebelah kanan erat tugasnya dengan seni dan ketrampilan ruang. Otak mempunyai banyak lekuk untuk menghemat ruang yang akan mampu menampung 200 milyar sel otak yang terdiri dari sel otak neuron dan sel glia (AA).

Bagian-bagian otak adalah

Lobus frontalis mengontrol fikiran, perencanaan, mengorganisasikan, menyelesaikan masalah, daya ingat jangka pendek dan gerakan.
Lobus parietalis menginterpretasikan informasi sensorik, rasa, suhu, dan sentuhan.
Lobus oksipitalis memproses bayangan yang masuk melalui mata dan menghubungkan dengan memori yang tersimpan.
Lobus temporalis memproses informasi yang masuk melalui penghiduan/penciuman, rasa, dan suara. Juga berperan dalam daya ingat (AA).

Serebelum terletak dibawah otak belakang oksipital. Tugasnya menyelaraskan informasi sensor dari mata, telinga, dan otot untuk koordinasi gerak. Kerusakan menimbulkan intention tremor tubuh bergetar ketika akan mengambil sesuatu.

Batang Otak bertugas menghubungkan otak dengan medulla spinalis mengawasi fungsi kehidupan yang vital seperti detak jantung, nafas dan tekanan darah. Di daerah ini pula terletak kendali tidur dan kesadaran (AA).

Struktur Dalam Otak

Berfungsi untuk emosi dan daya ingat/memori. Dikenal sebagai system limbic terdiri dari pasangan-pasangan, di kedua belah otak.
Thalamus bekerja sebagai pintu gerbang pesan yang masuk antara otak dan medulla spinalis
Hipothalamus mengontrol emosi dan mengatur suhu, makan dan tidur.
Hippocampus mengirimkan ingatan untuk disimpan di tempat yang disediakan di otak dan dapat di panggil kembali bila dibutuhkan (AA).

Sel Saraf

Sel Saraf memiliki dua tipe cabang yaitu neurite atau akson dan dendrite. Dendrit membawa impuls dari luar kea rah sel dan neurite membawa impuls dari sel kea rah luar. Sel saraf saling berhubungan dengan sesame sel saraf melalui dendrite tersebut sehingga tercipta komunikasi yang efeisien dan cepat sekali (AA).

Susunan Saraf Tepi

Saraf tepi adalah semua saraf di tubuh keluar dari otak dan medulla spinalis. Bekerja sebagai penghantar antara otak dan anggota tubuh. Misalnya tangan menyentuh setrika panas maka seketika tangan akan ditarik karena informasi panas dibawa ke otak dan otak memerintahkan untuk menarik tangan dari setrika. Ini hanya beberapa milidetik (AA).

Neurotransmitters

Neuron berhubungan dengan sel lain melalui impuls elektrik yang mendorong neurotransmitter lepas dari ujung sel saraf.
Neurotransmiter lepas ke sinaps suatu celah antara dua sel saraf dan menempel ke reseptor di sel penerima. Proses ini terjadi berulang antara neuron ke neuron. Semuanya ini memungkinkan terjadinya gerakan, pikiran, perasaan dan kemampuan untuk berkomunikasi (AA).

Pada GBS terjadi gangguan pada saraf tepi sehingga kekuatan kedua tungkai dan ekstremitas dapat terkena.

Klasifikasi

Terdapat enam jenis GBS yaitu:

• Acute inflammatory demyelinating polyneuropathy (AIDP) gangguan terutama terjadi berupa kerusakan selubung saraf myelin dari sel.
• Miller Fisher syndrome (MFS) adalah jenis yang jarang karena berupa kelumpuhan yang menurun dari atas ke bawah jadi kebalikan dari GBS. Mula-mula otot mata yang terserang sehingga terjadi trias ophthalmoplegia, ataxia, dan areflexia. Antibodi Anti-GQ1b sering dijumpai pada 90% kasus.
• Acute motor axonal neuropathy (AMAN),[8] atau Chinese Paralytic Syndrome, menyerang motorik yaitu pada nodes of Ranvier dan banyak (prevalen) di China dan Mexico. Merupakan serangan auto-immune pada axoplasm saraf tepi. Sering terjadi pada musim tertentu dan penyembuhan lebih cepat. Pada pasen akan terdapat anti-GD1a antibodi[9]. Antibody Anti-GD3 banyak dijumpai pada AMAN.
• Acute motor sensory axonal neuropathy (AMSAN) serupa dengan AMAN hanya juga disertai serangan pada serabut saraf sensorik dengan kerusakan aksonal. Seperti AMAN juga disebabkan serangan oto imun terhadap aksoplasma saraf tepi. Penyembuhan lambat dan inkomplit.
Acute panautonomic neuropathy imerupakan jenis yang jarang dari GBS sering disertai ensefalopati dengan mortalitas yang tinggi. Kematian disebabkan pembesaran jantung dan disritmia, gangguan berkeringat dan kekurangan air mata. Fotofobia, keringnya rongga hidung dan mukosa mulut, gatal, mual dan muntah sering terjadi dan disfagia. Konstipasi juga dapat terjadi yang tidak hilang dengan laksan. Dan bisa pula berganti dengan diare. Gejala awal biasanya lelah dan lemas seperti lethargy, fatigue, sakit kepala, dan menurunnya kemauan, malas, lalu diikuti gangguan otonomik seperti pusing bila berdiri, mata kabur, nyeri perut, diare, mata kering, dan gangguan kencing. Yang paling sering adalah pusing bila berdiri, gangguan gastrointestinal dan kencing dan gangguan berkeringat.
• Bickerstaff’s brainstem encephalitis (BBE), jenis lain dari Guillain-Barré syndrome. Ditandai oleh acute onset ophthalmoplegia, ataxia, gangguan kesadaran, hyperreflexia or Babinski’s sign (Bickerstaff, 1957; Al-Din et al.,1982). Perjalanan penyakit monofasik atau sering relaps. Gangguan patologi terutama di batang otak, pons, midbrain, dan medulla. Meski pada fase awal terlihat parah prognosis baik. Diagnosis dengan MRI.
Sebagian pasen BBE mempunyai hubungan dengan axonal Guillain-Barré syndrome, menjadi indikasi bahwa kedua penyakit ini mempunyai kesamaan.

Pada GBS terjadi gangguan pada saraf tepi sehingga kekuatan kedua tungkai dan ekstremitas dapat terkena.

Klasifikasi
Terdapat enam jenis GBS yaitu:
• Acute inflammatory demyelinating polyneuropathy (AIDP) gangguan terutama terjadi berupa kerusakan selubung saraf myelin dari sel.
• Miller Fisher syndrome (MFS) adalah jenis yang jarang karena berupa kelumpuhan yang menurun dari atas ke bawah jadi kebalikan dari GBS. Mula-mula otot mata yang terserang sehingga terjadi trias ophthalmoplegia, ataxia, dan areflexia. Antibodi Anti-GQ1b sering dijumpai pada 90% kasus.
• Acute motor axonal neuropathy (AMAN),[8] atau Chinese Paralytic Syndrome, menyerang motorik yaitu pada nodes of Ranvier dan banyak (prevalen) di China dan Mexico. Merupakan serangan auto-immune pada axoplasm saraf tepi. Sering terjadi pada musim tertentu dan penyembuhan lebih cepat. Pada pasen akan terdapat anti-GD1a antibodi[9]. Antibody Anti-GD3 banyak dijumpai pada AMAN.
• Acute motor sensory axonal neuropathy (AMSAN) serupa dengan AMAN hanya juga disertai serangan pada serabut saraf sensorik dengan kerusakan aksonal. Seperti AMAN juga disebabkan serangan oto imun terhadap aksoplasma saraf tepi. Penyembuhan lambat dan inkomplit.
• Acute panautonomic neuropathy imerupakan jenis yang jarang dari GBS sering disertai ensefalopati dengan mortalitas yang tinggi. Kematian disebabkan pembesaran jantung dan disritmia, gangguan berkeringat dan kekurangan air mata. Fotofobia, keringnya rongga hidung dan mukosa mulut, gatal, mual dan muntah sering terjadi dan disfagia. Konstipasi juga dapat terjadi yang tidak hilang dengan laksan. Dan bisa pula berganti dengan diare. Gejala awal biasanya lelah dan lemas seperti lethargy, fatigue, sakit kepala, dan menurunnya kemauan, malas, lalu diikuti gangguan otonomik seperti pusing bila berdiri, mata kabur, nyeri perut, diare, mata kering, dan gangguan kencing. Yang paling sering adalah pusing bila berdiri, gangguan gastrointestinal dan kencing dan gangguan berkeringat.
• Bickerstaff’s brainstem encephalitis (BBE), jenis lain dari Guillain-Barré syndrome. Ditandai oleh acute onset ophthalmoplegia, ataxia, gangguan kesadaran, hyperreflexia or Babinski’s sign (Bickerstaff, 1957; Al-Din et al.,1982). Perjalanan penyakit monofasik atau sering relaps. Gangguan patologi terutama di batang otak, pons, midbrain, dan medulla. Meski pada fase awal terlihat parah prognosis baik. Diagnosis dengan MRI.
Sebagian pasen BBE mempunyai hubungan dengan axonal Guillain-Barré syndrome, menjadi indikasi bahwa kedua penyakit ini mempunyai kesamaan.

Gejala dan Tanda (Signs and symptoms)

Penyakit GBS ditandai dengan gangguan kelemahan yang bersifat simetris. Pada awalnya menyerang kedua tungkai dan kemudian berangsur-angsur naik ke lengan. Pasen biasanya mengeluh kedua tungkai terasa berat dan merasakan seperti ada beban dan perasaan gringgingen serta tebal. Ada juga rasa disestesia (numbness atau tingling). Penyakit berlanjut keatas dalam waktu beberapa jam atau hari dan kemudian otot wajah dan lengan mulai lemah. Sering kali saraf otak bagian bawah terkena. Disebut juga kelumpuhan tipe bulbar dan menimbulkan oropharyngeal dysphagia, dengan kesulitan menelan, mengisap air liur dan sulit bernafas. Sebagian besar pasen perlu perawatan rumah sakit (MRS) dan sekitar 30% perlu bantuan ventilator [11]. Kelemahan otot wajah dapat terjadi tapi otot mata jarang terkena. Bila otot wajah dan otot mata terkena maka kemungkinan besar kasus tersebut adalah Sindroma Miller-Fisher (varian Miller-Fisher). Hilangnya sensorik biasanya berupa sensasi proprioceptif (rasa posisi dan getar) dan areflexia (hilangnya refleks tendo) tanda khas GBS. Hilangnya sensasi nyeri dan suhu biasanya ringan. Dan sensasi nyeri bahkan bertambah pada otot yang terkena. Rasanya seperti nyeri orang yang kelelahan. Nyeri ini biasanya hilang sendiri dan dapat diobati dengan analgesik biasa. Gangguan kandung kencing dapat terjadi pula pada kasus yang parah. Tetapi bersifat sementara. Bila gangguan kandung kencing berlebihan perlu dipertimbangkan kelainan medulla spinalis.
Demam jarang ada dan bila ada harus dipikirkan kemungkinan suatu sebab yang lain.
Pada keadaan yang berat hilangnya fungsi otonom dapat terjadi berupa tekanan darah yang naik dan turun berfluktuasi, hipotensi orthostatik dan aritmia jantung.

Penyebab paralisi akut Guillain-Barré Syndrome dapat dihubungkan dengan faktor blokade sodium channel di cairan spinal (cerebrospinal fluid (CSF)). Gangguan seperti SIADH dapat terjadi akibat pemberian air dan garam secara intravena yang tidak tepat. Gejalanya serupa dengan progressive inflammatory neuropathy.[12]

Penyebab

Semua bentuk Guillain-Barré syndrome merupakan akibat respons immune terhadap antigen asing (seperti infeksi) yang menjadi salah sasaran. Target sebenarnya dari antigen tersebut diduga adalah gangliosides, suatu bahan alami yang terdapat dalam junlah besar dalam saraf manusia. Sedangkan infeksi penyebab paling sering adalah bakteri Campylobacter jejuni.[13] Namun demikian 60% kasus tidak diketahui kuman penyebabnya, dimana diduga dapat berupa virus influenza atau semacam reaksi imun terhadap virus influenza.

Akibat serangan oto imun terhadap saraf tepi adalah kerusakan mielin selaput pembungkus saraf dan gangguan hantaran saraf.sehingga menimbulkan kelumpuhan otot dan gangguan otonomik dan sensorik.
Pada kasus yang ringan akson mungkin tidak terlalu terganggu dan penyembuhan kembali cepat berlangsung dengan remielinasi.

Sebaliknya pada kasus yang parah terjadi kerusakan akson dan penyembuhan berlangsung lama. Diperkirakan 80% kasus GBS terhadi kehilangan mielinof sedangkan pada yang dua puluh persen kehilangan akson.

Guillain–Barré Syndrome tidak seperti multiple sclerosis (MS) dan penyakit ALS (Lou Gehrig’s disease (ALS), yang menyebabkan kerusakan otak dan medulla spinalis.

Vaksin Influenza

GBS dapat terjadi meskipun jarang sebagai akibat efek samping pemberian vaksin influenza, hasil penelitian Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) dengan frekuensi 1 per sejuta vaksin. [15] Ada laporan sehubungan dengan vaksinasi swine flu (flu babi) maka 500 orang terkena GBS pada saat tahun 1976. Dua puluh lima orang diantaranya meninggal akibat komplikasi gangguan paru yang parah dan menyebabkan vaksinasinya dihentikan.[16] Namun, peran vaksin pada kasus tersebut tetap tidak jelas, karena GBS mempunyai insidens yang rendah di masyarakat. Ada dugaan kejadian tersebut berhubungan dengan kontaminasi bakteri pada vaksin tersebut.

Pada pemberian vaksin yang terakhir 6 Oktober hingga 24 November, 2009, the U.S. CDC, VAERS reporting system, menerima laporan 4 kasus dari 46.2 million dosis vaksin yang diberikan.

Diagnosis

Diagnosis GBS ditegakkan dengan adanya kelumpuhan yang akut, areflexia, tidak ada demam saat kelumpuhan, dan hasil pemeriksaan cairan spinal. Cairan spinal diperoleh dari pungsi lumbal dan pemeriksaan elektromiografi (EMG) berupa tes hantaran saraf pada otot yang lumpuh.

• Cairan spinal (cerebrospinal fluid)
Disosiasi albumino sitologis sering dijumpai berupa albumin tinggi tetapi jumlah sel tetap. Protein naik hingga 100–1000 mg/dL, tanpa disertai kenaikan jumlah sel (pleositosis). Bila dijumpai sel meningkat maka diagnosis GBS perlu dipertimbangkan.
• Elektrodiagnosis
Pemeriksaan Electromyography (EMG) dan nerve conduction study (NCS) dapat menunjukkan latensi yang memanjang dan perlambatan hantaran atau blok hantaran dan potensial aksi kompleks pada kasus demielinating. Pada kerusakan akson dapat amplitude menurun tanpa perlambatan hantaran.

Kriteria Diagnosis

Utama
• Kelumpuhan yang progresif, simetris kedua tungkai atau disertai lengan akibat neuropati.
• Areflexia
• Penyakit berlangsung lebih dari 4 pekan.
• Faktor Eksklusi sebab-sebab lain.
Pendukung
• Kelumpuhan yang relative simetris dan adanya nyeri atau rasa tebak pada tungkai yang terkena
• Gangguan sensori ringan
• Gangguan saraf fasial dan saraf otak lain
• Tidak ada demam
• Perubahan temuan cairan spinal (CSF)
• Elektrodiagnostik ada tanda demielinasi
Diagnosis Banding
• acute myelopathies dengan chronic back pain dan sphincter dysfunction
• botulism dengan hilangnya refleks pupil yang cepat
• diphtheria dengan disfungsi oropharyngeal yang cepat
• Lyme disease polyradiculitis dan kelumpuhan karena gigitan kutu (tick-borne)
• porphyria dengan nyeri abdomen, kejang, psikosis
• vasculitis neuropatia
• poliomyelitis dengan demam dan tanda meningeal
• CMV polyradiculitis pada pasen dengan immunokompromis
• neuropatia pada penyakit kritis
• miastenia gravis
• Keracunan dengan organofosfat, keracunan bahan hemlock, thallium, atau arsen
• Kelumpuhan karena virus West Nile
• astrositoma spinal
• Penyakit Motor Neuron
• Virus West Nile dapat menimbulkan penyakit neurologis yang fatal seperti ensefalitis, meningitis, Guillain-Barre syndrome, dan mielitis anterior
• Ensefalomielitis Mialgik Parah/Sindroma Fatig Kronik.

Managemen

Pada umumnya suportif. Monitor semua fungsi vital. Hati-hati dengan gagal nafas yang disebabkan kelumpuhan otot nafas. Pasang intubasi pada pasen dengan kapasitas vital menurun (vital capacity (VC) <20 ml/kg), Negative Inspiratory Force (NIF) <-25 cmH2O, lebih dari 30% penurunan pada VC atau NIF dalam 24 jam, progresi yang cepat dan instabilitas otonom.

Jika pasen sudah stabil maka penyebab yang mendasari harus segera diatasi. Pemberian intravenous immunoglobulins (IVIg) dosis tinggi perlu dilakukan dengan dosis 400 mg/kg selama 5 hari atau plasmapheresis, dimana keduanya sama efektif,[24][25] namun pemberian kombinasi tidak lebih baik dari pemberian sendiri sendiri. Pemberian ini berguna dalam dua pekan pertama setelah itu kurang jelas hasilnya. Imunoglobulin lebih dianjurkan karena cara pemberian yang lebih mudah. Dengan dosis total lima kali sehari dengan dosis total 2 g per kilogram BB atau 400 mg/kg per hari. Resiko pemberian immunoglobulin adalah hepatitis, gagal ginjal bila lebih dari lima hari. Glukokortikoid tidak memberi hasil yang memadai menurut beberapa penelitian. Jika menggunakan plasmaferesis maka dosis 40-50 mL/kg plasma exchange (PE) empat kali sehari selama satu pekan.
GBS dapat pula terjadi pada masa kehamilan (1.7 kasus per 100,000 populasi).[26] Ibu dapat kembali pulih tetapi fetus dalam bahaya. Resiko meningkat sesudah melahirkan terutama dua pekan pertama.

Bakteri Campylobacter jejuni sering sebagai pemicu pada 26% kasus hingga perlu perhatian pada persiapan dan pengiriman makanan. Congenital dan neonatal Guillain-Barré syndrome pernah dilaporkan.
Sesudah fase akut terlampaui maka dapat dilakukan rehabililtasi medis, baik yang berupa activity daily living (ADL) atau lainnya.

Prognosis

Perbaikan mulai dari empat pekan pertama sejak onset 80% membaik sempurna dalam beberapa bulan hingga setahun. Pengalaman penulis perbaikan terjadi dalam dua atau tiga bulan jadi tidak sampai setahun. Namun kelemahan refleks bisa saja terjadi. Hanya 5-10% yang meninggalkan sisa kelumpuhan terutama otot panggul sehingga susah berjalan. Angka kematian berkisar antara 2-3% meskipun menggunakan unit intensif canggih. Sekitar 5–10% pasen mengalami relaps sehingga dimasukkan dalam kategori chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy (CIDP). Prognosis yang kurang menguntungkan terjadi karena beberapa faktor seperti:
1. usia >40 tahun,
2. riwayat diare sebelumnya
3. adanya kelumpuhan otot nafas
4. titer anti-GM1 tinggi
5. kekuatan ekstremitas atas lemah

Sejarah

Jean Landry seorang dokter Perancis menguraikan pertama kali tahun 1859. Pada 1916, Georges Guillain, Jean Alexandre Barré, and André Strohl mendiagnose dua serdadu dengan penyakit ini dimana protein cairan spinal meningkat sedangkan jumlah sel lekosit normal.

Orang-orang Yang Pernah Menderita GBS:

Fraklin D. Roosevelt,Baharuddin dll.

—-o0o—-

ENTRAPMENT NEURITIS

Penyakit saraf tepi ini terjadi karena nerves yang berada dalam suatu tempat tertutup seperti canalis atau saluran tertentu. Yang paling sering ada di pergelangan tangan disebut

CARPAL TUNNEL SYNDROME

Gejalanya adalah ujung-ujung jari dan jari-jari 2-3-4 terasa seperti ditusuk atau seperti kesemutan. Pengobatannya dilakukan dengan memberikan suntikan steroid pada inferior ligament yang membentuk carpal tunnel. Diharapkan inflamasi yang terjadi akan reda dan n. medianus yang terjebak di dalamnya dapat bebas dan rasa kesemutan serta ditusuk akan lenyap.

458 Responses

  1. achdiat.agoes 26 August 2012 2:02 am Permalink

    Yes! You are right…

  2. Tree Climbing Spikes 10 January 2012 7:43 am Permalink

    hi everyone, my itemize is wiener and i honourable require to say that this is an fantabulous blog accumulation and i real recovered it utile, would it be alright if i submitted posts to this blog virtually topics i recovered newsworthy?

  3. pobierz vag-com pl fiat 9 January 2012 1:30 pm Permalink

    The subsequent time I learn a weblog, I hope that it doesnt disappoint me as much as this one. I imply, I do know it was my choice to learn, but I really thought youd have one thing attention-grabbing to say. All I hear is a bunch of whining about something that you could repair should you werent too busy in search of attention.

  4. Norah 5 January 2012 6:52 pm Permalink

    Keep up the great piece of work, I read few blog posts on this website and I conceive that your web blog is rattling interesting and has got circles of superb info.

  5. Burton Haynes 29 December 2011 6:24 pm Permalink

    I’m really loving the theme/design of your blog. Do you ever run into any web browser compatibility issues? A couple of my blog visitors have complained about my website not working correctly in Explorer but looks great in Opera. Do you have any recommendations to help fix this issue?

  6. strobo 29 December 2011 3:12 am Permalink

    Fantastic blog! Great!

  7. traktor s4 29 December 2011 3:03 am Permalink

    great blog!

  8. numark ns6 29 December 2011 2:39 am Permalink

    Hi, this is a great post! Thanks..


Leave a Reply

Stop censorship