07 August 2013 ~ 0 Comments

Khutbah Idulfitri 1434 DENGAN SEMANGAT IDULFITRI MERANGKAI KESETIAKAWANAN SOSIAL GUNA MEWUJUDKAN INDONESIA YANG BALDATUN THAYYIBATUN WARABBUN GHAFUR

Uncategorized

Allahuakbar 3x, Allahuakbar 3x, Allahuakbar 3x,
Allahuakbar kabira walhamdulillahi katsiira wa subhanallahi bukratan wa ashiila Laa ilaaha illallahu Allahu akbar Allahuakbar walillahilhamd,
Alhamdulillahilladzi khalaqassamawati wal ardhi wakhtilafillaili wannahar laayatilliulil albab, alladzina yadzkurunallaha qiyamaw wa qu’udan wa ‘ala junubihim wa yatafakkaruna fil khalqisaamaawati wal ardhi rabbana ma khalaqta haadza baathila subhanaka faqina ‘adzabannaar . Wasshalatu wassalamu’ala sayidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.
Qaalallahi ta’ala fil kitabilkariim:

Yang artinya:
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Para hadirin sidang jama’ah sholat Idulfitri rahimakumullah,
Pada tempatnyalah kita bersyukur kehadirat Allah Subahanhu Wa Ta’ala pada pagi hari yang cerah ini bersama-sama dapat melaksanakan shalat Idulfitri dengan berjama’ah dalam suasana batin yang khsuyuk dan tubuh yang sehat setelah selama sebulan penuh berpuasa di bulan suci Ramadhan 1434.
Allah memerintahkan berpuasa kepada kaum mukminin karena Rahman dan RahimNya Allah yang tidak ingin melihat manusia terjerumus dalam kesia-siaan perilaku dan perbuatan sepanjang tahun. Maka Allah mengingatkan kita dengan cara perintahNya untuk berpuasa. “la’allakum tattaquun”, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa.
Disamping itu dengan berpuasa telah banyak bukti dan kita merasakan sendiri betapa badan kita menjadi semakin sehat dan fikiran kita menjadi semakin jernih dan cepat berfikir. Bahkan puasa juga sudah mendidik kita untuk berperilaku sehat bangun di pagi hari sekali memulai karya-karya kita dalam suasana yang sebagian besar umat masih tidur nyenyak.
Kehadiran perintah puasa di bulan suci Ramadhan tidak dapat kita pisahkan dari perintah Allah untuk mendirikan shalat. Allah memerintahkan shalat kepada kita kaum mukminin tepatnya pada Isra Mi’raj tanggal 27 Rajab 33 hari sebelum puasa dilaksanakan. Dan bahkan Rasulullah SAW bersabda:
“Manqama ramadhanan imanan wakhtishaban ghufiralahu ma taqaddama mindzmbihi”. Yang
artinya:
“Barangsiapa mendirikan shalat di bulan suci Ramadhan maka Allah akan ampunkan segala dosanya yang telah lalu”.
Dan sekarang setelah sebulan penuh kita berpuasa kita kembali menjadi fitrah, kembali menjadi seperti bayi yang baru dilahirkan. Oleh karenanya kita Allah perintahkan menunaikan zakat fitrah dan mendirikan shalat Idulfitri.
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillahilhamd.
Namun para hadirin, apakah yang kita lakukan setelah selesai berpuasa dan kembali menjadi fitri?
Maka Allah memerintahkan kepada kita untuk melakukan perbuatan kebajikan sebagaimana Allah perintahkan dalam banyak ayat AlQur’an antara lain dalam surah Al Baqarah 177 di muka.
Rasullullah SAW memberikan keteladanan kepada kita bagaimana melaksanakan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari baik kepada keluarga sendiri, tetangga maupun bernegara.
Rasullah SAW adalah orang yang paling baik kepada keluarganya. Sahabat Anas bin Malik yang bersama Nabi SAW sebagai pelayan beliau, menceritakan bahwa Nabi SAW tidak pernah menyuruhnya melakukan sesuatu, maka Nabi SAW selalu berusaha melakukannya sendiri. Bagaimana dengan perilaku kita sekarang ini? Betapa sering kita memaksakan kehendak kita kepada orang lain, apalagi bila orang tersebut adalah karyawan kita?
Dalam hal berumah tangga beliau Nabi Muhammad SAW adalah seorang suami yang paling baik dan selalu memuji masakan isterinya yang dipanggilnya “Ya Khumairah” yang artinya “wahai yang pipinya merah”, (artinya yang cantik sekali). Tidak pernah marah kecuali jarang sekali meskipun pernah suatu kali Nabi SAW terkunci di luar sehingga terpaksa lama sekali baru dibukakan pintu oleh isteri beliau.
Dalam hal bernegara bermasyarakat Nabi SAW selalu mendahulukan kepentingan orang lain dan pemaaf (ingat riwayat beliau dengan orang Yahudi). Oleh karena itu dalam konteks ke kinian maka tepat sekali perintah Al Qur’an dalam surah Al Baqarah ayat 177 diatas. Dahulukan lah kepentingan masyarakat, kepentingan Negara dan berlaku jujurlah kepada Negara dan Masyarakat agar Negara kita diridhai Allah menjadi Negara yang Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafuur.
Barakallahu li walakum fil Qur’anilhakim wanafa’ani waiyyakum bima fiihi minal ayatihi wa dzikril hakim aquliqauli haadza wastaghfirullahali walakum. Innahu huwal ghafuururrahiim. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin….****

SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM TAQABBALALLAHU YAA KARIIM, SEMOGA ALLAH MERIDHAI AMAL IBADAH KITA SEMUA. AAMIIN YAA RABBAL ‘AALAMIIN….

Leave a Reply

Stop censorship